
Penulis: Djibril Muhammad
INILAH.COM, Jakarta - Perpecahan di beberapa internal parpol belakangan ini, hampir dipastikan bukan karena faktor ekseternal. Tapi lebih pada internal partai. Bahwa memang benih konflik dapat menyemai perpecahan partai.
"Perpecahan partai atau perbedaan pendapat yang tajam di internal partai pasti terjadi pada situasi sekarang ini. Dan memang parpol kita itu rentan dengan konflik. Jadi ini hanya soal waktu," jelas Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S. Bakry kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (29/4).
Ia mengatakan, konflik internal partai pasti akan terjadi di setiap partai. Kalaupun parpol yang tidak berkonflik, itu hanya tinggal menunggu waktu saja. "Ada atau tidak rekayasa dari luar kemungkinan perpecahan hanya soal waktu. Hampir semua partai dapat giliran," kata Umar.
Umar menjelaskan, para politisi kebanyakan disamakan bukan kerena idealisme dan platform partai. Tapi karena kesamaan tujuan menggapai kekuasaan. Ketika kesamaan kekuasaan terhambat, terang Umar, maka diggunakanlah cara-cara agar memperlancar menggapai kekuasaan.
"Jangan cari kambing hitam harus berkaca diri. Karena memang anggota parpol tidak solid," ujar Umar.
Karena itu, disarankan Umar, para politisi dan pimpinan partai harus kembali pada idealisme ketika mendirikan partai. Platofrm partai harus dikembalikan.
"Kekuasaan dampak dari proses berpartai. Jadi menyelamatkan idealisme bersama harusnya menjadi ciri khas setiap partai," tandas Umar.
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mensinyalir adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin memecah belah partai. Hal itu terlihat pada PPP, PAN dan Partai Golkar
Testing Rejeki kita!!
14 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar